Beranda » Nasional » Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Caranya

Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Caranya

Sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban bagi umat ketika ada saudara seiman yang meninggal dunia. ini memiliki keutamaan yang besar, bahkan pahalanya bisa setara dengan dua gunung Uhud. Memahami tata cara dan , baik untuk laki-laki maupun perempuan, menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT.

Melaksanakan sholat jenazah bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan terakhir dan doa terbaik bagi almarhum/almarhumah. Prosesnya memang berbeda dengan sholat fardhu atau lainnya, tanpa rukuk dan sujud, namun sarat makna dan kekhusyukan. Mari kita selami lebih dalam mengenai niat dan tata cara sholat jenazah agar bisa melaksanakannya dengan benar.

Mengenal Sholat Jenazah: Hukum dan Keutamaannya

Sholat jenazah adalah sholat yang dikerjakan khusus untuk mendoakan jenazah seorang . Hukum melaksanakannya adalah , yang berarti kewajiban bagi sebagian umat Islam. Apabila sudah ada beberapa orang yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi muslim lainnya. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, maka berdosalah seluruh kaum muslimin di daerah tersebut.

Keutamaan sholat jenazah sangatlah besar. Sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa barangsiapa yang mengikuti jenazah hingga disholatkan, ia akan mendapatkan pahala sebesar satu qirath. Jika ia mengikuti hingga jenazah dimakamkan, ia akan mendapatkan pahala dua qirath. Dua qirath itu setara dengan dua gunung Uhud. Ini menunjukkan betapa mulianya amalan sholat jenazah di mata Allah SWT.

Syarat Sah Sholat Jenazah

Agar sholat jenazah sah di mata syariat, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi. Syarat-syarat ini mirip dengan sholat pada umumnya, namun ada beberapa kekhususan yang perlu diperhatikan.

  • Muslim: Orang yang mensholatkan jenazah dan jenazah itu sendiri harus beragama Islam.
  • Suci dari Hadats Besar dan Kecil: Orang yang melaksanakan sholat harus dalam keadaan suci, baik dari hadats besar (junub, haid, nifas) maupun hadats kecil (kentut, buang air kecil/besar).
  • Menutup Aurat: Seluruh aurat harus tertutup dengan sempurna sesuai syariat Islam.
  • Menghadap Kiblat: Sama seperti sholat lainnya, arah kiblat harus dipastikan benar.
  • Jenazah Sudah Dimandikan dan Dikafani: Jenazah harus sudah dalam keadaan bersih dan tertutup kain kafan.
  • Jenazah Berada di Depan Orang yang Mensholatkan: Posisi jenazah harus di hadapan para jamaah sholat.
  • Dilaksanakan Setelah Jenazah Meninggal Dunia: Sholat tidak boleh dilakukan sebelum jenazah benar-benar meninggal dunia.

Niat Sholat Jenazah untuk Laki-Laki dan Perempuan

Niat adalah rukun pertama dalam setiap ibadah, termasuk sholat jenazah. Mengucapkan niat di dalam hati sudah cukup, namun melafalkannya juga diperbolehkan untuk memantapkan hati. Perbedaan niat sholat jenazah laki-laki dan perempuan terletak pada penyebutan jenis kelamin jenazah.

Niat Sholat Jenazah Laki-Laki

Ketika mensholatkan jenazah laki-laki, niatnya adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhol kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Baca Juga:  Peringkat Kesejahteraan Keluarga, Cara Cek dan Apa Artinya bagi Penerima Bansos?

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai /makmum karena Allah Ta’ala.”

Jika sholat sendiri tanpa berjamaah, kata imaman/ma’muman tidak perlu diucapkan.

Niat Sholat Jenazah Perempuan

Untuk jenazah perempuan, niat yang diucapkan sedikit berbeda:

أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhol kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Sama seperti sholat jenazah laki-laki, jika sholat sendiri, kata imaman/ma’muman bisa dihilangkan.

Niat Sholat Jenazah Ghaib

Kadang kala, kita tidak bisa hadir di lokasi jenazah, misalnya karena jenazah meninggal di tempat yang jauh. Dalam kondisi ini, sholat jenazah ghaib bisa dilaksanakan. Niatnya adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي عَلَى الْمَيِّتِ (فُلاَنٍ) أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli ‘ala mayyiti (fulan) arba’a takbiratin fardhol kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (sebutkan nama jenazah) empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Jika jenazahnya perempuan, maka diganti menjadi ‘ala mayyitati (fulanah). Penting untuk mengetahui nama jenazah agar niatnya lebih spesifik.

Tata Cara Sholat Jenazah yang Benar

Sholat jenazah memiliki tata cara yang unik, berbeda dengan sholat pada umumnya. Tidak ada rukuk, sujud, maupun tasyahud. Seluruh rangkaian sholat dilakukan dalam posisi berdiri dengan empat kali takbir.

Berikut adalah langkah-langkah tata cara sholat jenazah secara berurutan:

1. Berdiri dan Niat

Setelah jenazah diletakkan di depan jamaah, posisi imam sholat jenazah laki-laki berada sejajar dengan kepala jenazah. Sementara untuk jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan pinggang jenazah. Para makmum berdiri di belakang imam. Kemudian, luruskan shaf dan niatkan sholat di dalam hati sesuai dengan jenis kelamin jenazah.

2. Takbir Pertama (Takbiratul Ihram)

Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Setelah takbir pertama, letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada, seperti posisi sholat biasa. Kemudian, baca surat Al-Fatihah.

3. Takbir Kedua

Angkat tangan lagi sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Setelah takbir kedua, turunkan tangan ke posisi semula di dada. Lalu, baca sholawat Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah bacaan sholawat yang bisa dibaca:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya.”

Bisa juga membaca sholawat ibrahimiyah yang lebih lengkap:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama shollaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama barokta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim fil ‘alamina innaka hamidum majid.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah pula keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.”

4. Takbir Ketiga

Angkat tangan lagi sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Setelah takbir ketiga, turunkan tangan ke posisi semula di dada. Kemudian, panjatkan doa untuk jenazah. Doa ini berbeda antara jenazah laki-laki dan perempuan.

Doa untuk Jenazah Laki-Laki

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Baca Juga:  Biasa Dapat Bansos Tapi BLT Kesra Rp900.000 Tidak Cair? Ternyata Ada yang Terima 7 Bantuan Sekaligus 2026!

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barodi wa naqqihi minal khotoyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzabil qobri wa min ‘adzabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan istrinya dengan istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka.”

Doa untuk Jenazah Perempuan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha wa wassi’ madkholaha waghsilha bil maa-i wats tsalji wal barodi wa naqqiha minal khotoyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi wa abdilha daaron khoiron min daariha wa ahlan khoiron min ahliha wa zaujan khoiron min zaujiha wa adkhilhal jannata wa a’idzha min ‘adzabil qobri wa min ‘adzabin naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan suaminya dengan suami yang lebih baik dari suaminya. Masukkanlah dia ke surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka.”

5. Takbir Keempat

Angkat tangan lagi sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Setelah takbir keempat, turunkan tangan ke posisi semula di dada. Kemudian, panjatkan doa untuk jenazah dan juga untuk diri sendiri serta kaum muslimin.

Berikut adalah bacaan doa setelah takbir keempat:

اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: Allahumma laa tahrimna ajrohu wa laa taftinna ba’dahu waghfirlanaa wa lahu.

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri cobaan kepada kami setelah kematiannya, serta ampunilah kami dan dia.”

Doa ini berlaku untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.

6. Salam

Akhiri sholat dengan mengucapkan salam dua kali, menoleh ke kanan lalu ke kiri, seperti sholat biasa.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah kepada kalian.”

Posisi Imam dan Jenazah

Dalam sholat jenazah, penempatan posisi imam dan jenazah memiliki aturan tersendiri yang disunnahkan. Penempatan ini menunjukkan penghormatan dan doa yang lebih spesifik sesuai jenis kelamin jenazah.

Posisi Imam untuk Jenazah Laki-Laki

Ketika jenazah yang disholatkan adalah laki-laki, imam disunnahkan untuk berdiri sejajar dengan kepala jenazah. Posisi ini memungkinkan imam untuk menghadap bagian kepala jenazah secara langsung saat memimpin sholat.

Posisi Imam untuk Jenazah Perempuan

Apabila jenazah yang disholatkan adalah perempuan, imam disunnahkan untuk berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuh jenazah, tepatnya di pinggang. Posisi ini juga bertujuan agar imam dapat menghadap bagian tengah jenazah saat memimpin sholat.

Posisi Jenazah

Jenazah diletakkan di hadapan para jamaah sholat dengan posisi kepala di sebelah utara dan kaki di sebelah selatan, sehingga posisinya membujur ke arah kiblat. Wajah jenazah dihadapkan ke kiblat.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Melaksanakan sholat jenazah bukan hanya tentang mengikuti gerakan dan bacaan, tetapi juga tentang memahami esensi dan adab-adabnya. Ada beberapa poin penting yang perlu diingat agar sholat jenazah berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Baca Juga:  Cara Ambil BLT Kesra Rp900 Ribu Tanpa Antre Panjang, Ini Trik dan Jadwal Terbarunya!

Pentingnya Khusyuk

Meskipun sholat jenazah tidak memiliki gerakan rukuk dan sujud, kekhusyukan tetap menjadi kunci. Fokuskan pikiran pada doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum/almarhumah, memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi mereka.

Jumlah Shaf

Disunnahkan untuk membentuk shaf ganjil, minimal tiga shaf, jika memungkinkan. Hal ini berdasarkan hadis yang menyebutkan keutamaan sholat jenazah dengan shaf ganjil. Jika jumlah jamaah sedikit, dua shaf atau bahkan satu shaf pun sudah cukup, namun tetap diusahakan ganjil.

Sholat Jenazah untuk Anak Kecil

Untuk jenazah anak kecil yang belum baligh, tata cara sholatnya sama. Namun, doa setelah takbir ketiga sedikit berbeda. Doa untuk anak kecil lebih fokus pada permohonan agar anak tersebut menjadi penolong bagi orang tuanya di akhirat.

Berikut adalah contoh doa untuk jenazah anak kecil:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا لِأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيعًا وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوْبِهِمَا وَلَا تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلَا تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ

Latin: Allahummaj’alhu farothon li abawaihi wa salafan wa dzukhron wa ‘idzotan wa i’tibaron wa syafii’an wa tsaqqil bihi mawazinahuma wa afrighish shobro ‘ala qulubihima wa la taftinhuma ba’dahu wa la tahrimhuma ajrohu.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan dan pendahulu bagi kedua orang tuanya, sebagai , pelajaran, dan pemberi syafaat. Beratkanlah timbangan amal mereka berdua dengannya, tuangkanlah kesabaran di hati mereka berdua, janganlah Engkau beri cobaan kepada mereka berdua setelah kepergiannya, dan janganlah Engkau haramkan mereka dari pahalanya.”

Menghormati Jenazah

Selalu perlakukan jenazah dengan penuh hormat dan adab. Hindari berbicara yang tidak perlu atau tertawa saat prosesi sholat jenazah berlangsung. Ini adalah momen untuk merenung dan mendoakan kebaikan bagi yang telah tiada.

Fleksibilitas Bacaan Doa

Perlu diketahui bahwa bacaan doa setelah takbir ketiga dan keempat memiliki beberapa versi yang diriwayatkan. Bacaan yang dicantumkan di atas adalah salah satu versi yang umum digunakan. Jika ada versi lain yang juga shahih, itu juga diperbolehkan. Yang terpenting adalah esensi doa untuk memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan bagi jenazah.

Disclaimer Penting

Informasi mengenai niat dan tata cara sholat jenazah ini didasarkan pada ajaran Islam yang umum dipahami dan diamalkan oleh mayoritas muslim. Namun, dalam beberapa mazhab atau tradisi lokal, mungkin ada sedikit perbedaan dalam detail pelaksanaan atau bacaan doa. Disarankan untuk selalu merujuk pada ulama atau sumber terpercaya di masing-masing untuk memastikan kesesuaian dengan praktik yang berlaku. Setiap data atau informasi yang bersifat dapat memiliki interpretasi yang bervariasi.

FAQ Seputar Sholat Jenazah

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul seputar sholat jenazah, lengkap dengan penjelasannya.

Bolehkah Sholat Jenazah Dilakukan Sendirian?

Sholat jenazah boleh dilakukan sendirian (munfarid) jika tidak memungkinkan untuk berjamaah. Meskipun demikian, sholat jenazah berjamaah lebih utama karena mengandung keutamaan yang lebih besar dan merupakan bentuk solidaritas umat.

Apakah Ada Batasan Waktu untuk Melaksanakan Sholat Jenazah?

Tidak ada batasan waktu spesifik untuk melaksanakan sholat jenazah. Sholat jenazah bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, selama jenazah belum dimakamkan. Namun, disunnahkan untuk menyegerakan pengurusan jenazah, termasuk sholat jenazah, agar tidak tertunda terlalu lama.

Bagaimana Jika Jenazah yang Disolatkan Adalah Bayi yang Keguguran?

Jika bayi keguguran sudah menunjukkan tanda-tanda kehidupan (misalnya menangis atau bergerak) sebelum meninggal, maka wajib disholatkan. Namun, jika bayi keguguran belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan (masih berupa gumpalan darah atau daging), maka tidak wajib disholatkan. Cukup dimandikan, dikafani, dan dikuburkan.

Apakah Wanita Haid Boleh Mensholatkan Jenazah?

Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan melaksanakan sholat jenazah karena sedang dalam keadaan hadats besar. Salah satu syarat sah sholat adalah suci dari hadats besar maupun kecil.

Apakah Sholat Jenazah Memerlukan Azan dan Iqamah?

Sholat jenazah tidak memerlukan azan dan iqamah. Prosesi sholat jenazah langsung dimulai dengan niat dan takbiratul ihram.

Bagaimana Posisi Makmum dalam Sholat Jenazah?

Posisi makmum dalam sholat jenazah sama seperti sholat berjamaah lainnya, yaitu berdiri di belakang imam dengan shaf yang lurus dan rapat. Disunnahkan untuk membentuk shaf ganjil jika memungkinkan.

Apakah Boleh Sholat Jenazah di Masjid?

Ya, sholat jenazah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di masjid, terutama jika jamaahnya banyak. Namun, sholat jenazah juga bisa dilakukan di musholla, rumah duka, atau tempat lain yang bersih dan layak.

Apa Perbedaan Utama Sholat Jenazah dengan Sholat Fardhu?

Perbedaan utama sholat jenazah dengan sholat fardhu adalah tidak adanya rukuk, sujud, dan tasyahud. Sholat jenazah hanya terdiri dari empat takbir dengan berdiri, membaca Al-Fatihah, sholawat, dan doa untuk jenazah.

Bagaimana Jika Lupa Jumlah Takbir Saat Sholat Jenazah?

Jika lupa jumlah takbir, misalnya baru takbir ketiga tapi sudah salam, maka sholatnya harus diulang. Penting untuk fokus dan menghitung takbir dengan benar agar sholat sah.

Apakah Ada Doa Khusus untuk Keluarga yang Ditinggalkan?

Doa setelah takbir keempat dalam sholat jenazah sudah mencakup permohonan ampunan bagi yang mensholatkan dan juga doa agar tidak diuji setelah kepergian jenazah. Selain itu, setelah sholat jenazah selesai, jamaah bisa secara terpisah mendoakan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.